Edo Damara
29/11/2011 18:09
www.indonesiapetang.blogspot.com,Washington: Presiden AS Barack Obama akhirnya memberikan tanggapan atas kasus serangan udara NATO ke pos keamanan di Pakistan yang menewaskan sedikitnya 24 tentara Pakistan. Obama menyatakan, Senin (28/11) bahwa tewasnya puluhan tentara Pakistan tersebut sebagai tragedi.
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan bahwa Obama berkeyakinan serangan NATO, Sabtu (26/11) merupakan tragedi dan menyatakan 'kami berduka cita atas para personel militer yang berani yang kehilangan jiwa mereka itu'.
"Kami menerima masalah ini dengan sangat serius," kata Carney, yang menambahkan bahwa dua penyelidikan oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Afghanistan dan Komando Pusat AS akan menguji apa yang terjadi.
Berkaitan dengan situasi hubungan AS-Pakistan pascaperistiwa berdarah ini, Carney mengatakan bahwa hubungan AS-Pakistan akan tetap menjadi hubungan kooperatif penting yang sangat rumit.
"Sangat banyak dalam kepentingan keamanan nasional AS untuk mempertahankan hubungan kooperatif dengan Pakistan karena kami memiliki kepentingan bersama dalam perang terhadap terorisme," katanya.
Sementara itu tiga pejabat Afghanistan dan seorang pejabat Barat, seperti dikutip Wall Street Journal menyusul laporan yang sama di koran Guardian, Inggris, menyatakan bahwa serangan udara mematikan oleh NATO itu diminta guna melindungi pasukan sekutu yang menyerang yang menyerang Taliban. Pernyataan pejabat tersebut menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan upaya defensif.
Seorang pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan serangan berdarah tersebut berasal dari markas militer Pakistan, bukan dari gerilyawan. Hubungan kedua negara bertetangga Afghanistan-Pakistan itu selalu diwarnai dengan saling tuduh
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan bahwa Obama berkeyakinan serangan NATO, Sabtu (26/11) merupakan tragedi dan menyatakan 'kami berduka cita atas para personel militer yang berani yang kehilangan jiwa mereka itu'.
"Kami menerima masalah ini dengan sangat serius," kata Carney, yang menambahkan bahwa dua penyelidikan oleh Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Afghanistan dan Komando Pusat AS akan menguji apa yang terjadi.
Berkaitan dengan situasi hubungan AS-Pakistan pascaperistiwa berdarah ini, Carney mengatakan bahwa hubungan AS-Pakistan akan tetap menjadi hubungan kooperatif penting yang sangat rumit.
"Sangat banyak dalam kepentingan keamanan nasional AS untuk mempertahankan hubungan kooperatif dengan Pakistan karena kami memiliki kepentingan bersama dalam perang terhadap terorisme," katanya.
Sementara itu tiga pejabat Afghanistan dan seorang pejabat Barat, seperti dikutip Wall Street Journal menyusul laporan yang sama di koran Guardian, Inggris, menyatakan bahwa serangan udara mematikan oleh NATO itu diminta guna melindungi pasukan sekutu yang menyerang yang menyerang Taliban. Pernyataan pejabat tersebut menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan upaya defensif.
Seorang pejabat pemerintah Afghanistan mengatakan serangan berdarah tersebut berasal dari markas militer Pakistan, bukan dari gerilyawan. Hubungan kedua negara bertetangga Afghanistan-Pakistan itu selalu diwarnai dengan saling tuduh
0 comments until now.
Post a Comment