indonesiapetang.blogspot.com, Kolombo: Pihak berwenang Sri Lanka terpaksa mengungsikan lebih dari 66.000 warganya setelah serangkaian badai melanda pantai selatan Sri Lanka. Dalam pernyataan resmi, Selasa (29/11) pemerintah juga akan memperbaiki kabel listrik sepanjang 1.000 km yang rusak.
Menurut pernyataan asisten direktur Pusat Manajemen Bencana Pradeep Kodippili, badai besar tersebut melanda empat kabupaten di negara kepulauan itu selama empat hari pada pekan lalu dan sudah menewaskan 22 orang. Lebih dari 40 orang, sebagian besar nelayan, dilaporkan hilang saat badai menyapu pesisir menuju bagian selatan negara itu.
"Kami telah mengidentifikasi 7.137 rumah yang hancur akibat badai dan ribuan lainnya mengalami rusak sebagian. Tujuh lokasi pengungsian telah dibuka dan sebanyak 1.723 sudah berlindung di dalamnya," kata Kodippili kepada Xinhua.
Sementara itu, Menteri Energi dan Listrik Champika Ranawaka mengatakan kabel listrik sepanjang 1.000 km telah rusak akibat angin yang kuat. Sepanjang 46 km kawat tegangan tinggi, 1.041 km kawat tegangan rendah, lima transformer dan empat menara tegangan tinggi juga rusak akibat cuaca buruk.
Menurut kementerian tersebut, sekitar 530.000 konsumen mengalami kerusakan listrik di bagian selatan negara itu. Namun, ia meyakinkan bahwa listrik akan dikembalikan beroperasi secara penuh pada akhir pekan ini.
Tuesday, November 29, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments until now.
Post a Comment