JAKARTA– PT Pertamina (Persero) meminta tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis premium sebanyak 500.000 kiloliter (kl) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat tahun ini.
Pertamina memproyeksikan kuota premium tahun ini bakal melebihi angka yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan 2011 sebesar 24,54 juta kl. ”Hanya tiga daerah yang on track, selebihnya over quota,”ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun di Jakarta belum lama ini. Terlampauinya kuota premium ini,kata dia,di antaranya akan dipicu oleh meningkatnya konsumsi pada perayaan Natal dan Tahun Baru.Menurut Harun, perkiraan Pertamina, akan terjadi kelebihan konsumsi premium mencapai 500.000 kl.
Pertamina, kata Harun, sudah menyampaikan permintaan tambahan kuota ini ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).Dia menjelaskan, jika ada kelebihan konsumsi dari kuota,Pertamina seperti tahun sebelumnya terpaksa menanggung rugi untuk menalangi kekurangan tersebut. ”Kita pernah lost sampai Rp2,5 triliun,”ujarnya. Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan bahwa Kementerian Keuangan hanya akan membayar subsidi BBM sesuai dengan yang sudah dialokasikan dalam APBN-P 2011 meskipun jika jumlah yang telah dialokasikan ternyata terlampaui.
Jika alokasi anggaran subsidi BBM melebihi target, pihaknya tidak akan membayarkan kekurangan tersebut sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selesai melakukan audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2011. ”Kalau misalnya sampai akhir tahun BBM bersubsidi di atas 41 juta kl, sedangkan kita anggarannya ada di 40,4 juta kl, kami akan tetap membayar atas dasar alokasi. Sedangkan selebihnya selalu dengan proses audit,” ungkap Menkeu di Jakarta akhir pekan lalu.
Monday, November 28, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments until now.
Post a Comment